Abstract :
ABSTRAK
Penggunaan gel antiseptik yang mudah dan praktis semakin banyak diminati oleh
masyarakat akan tetapi banyak produk yang menggunakan bahan berbahaya yang dapat
mengiritasi kulit. Penelitian sebelumnya daun saga (Abrus precatorius L.) terbukti
memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui formulasi sediaan handsanitizer ekstrak daun saga terbaik yang memiliki
aktivitas sebagai antibakteri. Metode pengujian antibakteri yang digunakan pada
penelitian ini yaitu metode sumuran pada bakteri Staphylococcus aureus. Formulasi gel
handsanitizer formula 1 mengandung ekstrak daun saga sebesar 30%, formula 2 sebesar
40%. Hasil penelitian diameter zona hambat formulasi handsanitizer ekstrak etanol daun
saga menunjukkan formula 1 (30% ekstrak daun saga) 10,357 mm, formula 2 (40%
ekstrak daun saga) 11,893 mm, kontrol positif (gel hanasui) 11,390 mm, dan kontrol
negative (basis gel) 0 mm. Artinya, semua formula memiliki aktivitas sebagai antibakteri
terhadap Staphylococcus aureus. Berdasarkan hasil zona hambat terbesar menunjukkan
bahwa formula 2 memiliki aktivitas terbaik sebagai antibakteri dengan konsentrasi
ekstrak daun saga sebesar 40%.
Kata Kunci : Antibakteri, Daun Saga, Gel Handsanitizer, Staphylococcus aureus