Abstract :
Kurkumin (Curcuma longa, Linn) adalah senyawa polifenol alami yang diperoleh dari rimpang tanaman herbal. Kurkumin memiliki kelarutan yang buruk dalam air sebesar 3,12 mg/L, yang menyebabkan sulitnya aplikasi kurkumin secara merata. Selain itu, kurkumin memiliki bioavailabilitas yang sangat rendah, dan tingkat penguraian yang tinggi di dalam tubuh. Koformer yang digunakan yaitu asam suksinat merupakan senyawa yang memiliki kelarutan yang baik dalam air. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelarutan dan disolusi dari kokristal kurkumin dengan menggunakan koformer asam suksinat. Metode yang digunakan yaitu metode kokristal. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dari penelitian ini yaitu pada karakterisasi FTIR menunjukan adanya pergeseran puncak gugus O-H karboksilat dari 3279 menjadi 3305, pada karakterisasi HSM menunjukan adanya titik leleh kokristal lebih tinggi yaitu 266,00oC, pada uji kelarutan adanya peningkatan kelarutan kokristal yang lebih tinggi yaitu 1,3 kali, pada uji disolusi adanya peningkatan disolusi yaitu 43,825% yang semulanya 28,410%.