Institusion
UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA
Author
Jakriyana, Hildan Akhrija
Subject
S1-Skripsi Farmasi
Datestamp
2022-09-28 03:28:55
Abstract :
Abstrak
Berdasarkan data WHO (World Health Organization), 80% penduduk di dunia masih menggunakan
pengobatan tradisional. Kulit pisang klutuk mengandung beberapa golongan senyawa metabolit
sekunder dan memiliki berbagai macam khasiat sebagai pengobatan, tetapi dalam dosis tinggi
dengan penggunaan jangka panjang kemungkinan dapat menyebabkan toksik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut dan senyawa prediksi yang terkandung dari fraksi
metanol kulit pisang klutuk (Musa balbisiana Colla). Analisis senyawa fraksi metanol kulit pisang
klutuk menggunakan metode Liquid Chromatography ? Mass Spectrometry (LC?MS), sedangkan
uji toksisitas akut menggunakan metode up and down procedure dengan uji batas (limit test) 2000
mg/kg bb dan 5000 mg/kg bb. Hasil analisis senyawa menggunakan LC-MS menunjukkan bahwa
prediksi senyawa pada fraksi metanol kulit pisang klutuk mengandung senyawa Liquiritigenin,
Vicenin 2 (Apigenin 6,8-di-C-glucoside), Rotenolone, Casuarictin, Quercetin 3,7-diglucoside, dan
Theasinensin A. Hasil pengujian toksisitas akut fraksi metanol kulit pisang klutuk tidak
menunjukkan adanya gejala toksisitas, perubahan berat badan tikus dan berat indeks organ yang
diolah secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan (p > 0,05), gambaran histopatologi tidak
menunjukkan adanya nekrosis, namun terjadi pendarahan pada dosis 2000 mg/kg bb dan 5000 mg/kg
bb, dan diperoleh nilai LD50 fraksi metanol kulit pisang klutuk lebih besar dari 5000 mg/kg yang
termasuk dalam klasifikasi tidak toksik.
Kata Kunci : Musa balbisiana Colla; LC-MS; Toksisitas Akut; LD50.
Abstract
Based on WHO (World Health Organization) data, 80% of the world's population still uses
traditional medicine. The banana peel of klutuk contains several classes of secondary
metabolite compounds and has a wide range of properties as a treatment, but in high doses
with prolonged use it is likely to cause toxicity. This study aimed to determine the acute
toxicity and predictive compounds contained from the methanol fraction of banana peel
klutuk (Musa balbisiana Colla). Analysis of banana peel methanol fraction compounds
using the Liquid Chromatography ? Mass Spectrometry (LC?MS) method, while the acute
toxicity test uses the up and down procedure method with a limit test of 2000 mg/kg bb and
5000 mg/kg bb. The results of compound analysis using LC-MS showed that the prediction
of compounds contained in the methanol fraction of banana peel klutuk containing
Liquiritigenin, Vicenin 2 (Apigenin 6,8-di-C-glucoside), Rotenolone, Casuarictin,
Quercetin 3,7-diglucoside, and Theacynensin A. The results of the acute toxicity test of the
methanol fraction of banana peel klutuk did not showed any symptoms of toxicity, changes
in rat weight and weight index of organs processed statistically there was no significant
difference (p > 0.05), the histopathological picture did not showed any necrosis, but
bleeding occurred at doses of 2000 mg/kg bb and 5000 mg/kg bb, and obtained an LD value
of 50 methanol fractions of banana peel klutuk greater than 5000 mg/kg which is included
in the non-toxic classification.
Keywords : Musa balbisiana Colla; LC-MS; Acute Toxicity; LD50.