DETAIL DOCUMENT
PENGARUH METODE PENGOLAHAN SIMPLISIA YANG DILAKUKAN OLEH HATRA DESA JAYARATU KABUPATEN TASIKMALAYA TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA
Author
NURSIAM, DEDE FITRI
Subject
S1-Skripsi Farmasi 
Datestamp
2022-09-28 07:55:49 
Abstract :
Abstrak Pengeringan simplisia merupakan salah satu proses pasca panen yang berperan penting terhadap mutu simplisia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh metode pengeringan sangrai yang dilakukan oleh hatra Desa Jayaratu Kabupaten Tasikmalaya dengan metode oven terhadap kadar flavonoid total pada tanaman daun harendong bulu (Clidemia hirta (L.) D. Don), daun kersen (Muntingia calabura L), dan daun murbei putih (Morus alba). Sebagaimana tujuan penelitian tersebut, metode pengeringan yang dilakukan menggunakan dua teknik yang berbeda, yaitu pengeringan dengan metode oven dan pengeringan dengan metode sangrai. Analisis kualitatif yang digunakan pada penelitian ini meliputi pengamatan organoleptik, makroskopik dan mikroskopik. Sedangkan analisis kuantitatif meliputi kadar air, kadar abu, susut pengeringan, dan kadar total flavonoid. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh metode pengeringan terhadap kadar flavonoid, dimana proses pengeringan menggunakan metode oven menghasilkan kadar flavonoid lebih tinggi dari pada proses pengeringan menggunakan metode sangrai, yakni pada daun kersen didapat hasil 481,5237 g QE/mL, daun harendong bulu 378,9047 g QE/mL, daun murbei putih 315,0952 g QE/mL. Sedangkan pada metode sangrai di dapat hasil pada daun kersen 404,1428 g QE/mL, daun harendong bulu 280,3333 g QE/mL, daun murbei putih 174,1428 g QE/mL. Kata kunci: Simplisia, Metode pengeringan, Flavonoid 
Institution Info

UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA