Abstract :
Prevalensi Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia terus meningkat. Komplikasi akibat
diabetes melitus salah satunya adalah nefropati diabetik atau kerusakan nefron ginjal. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan kadar kreatinin pada
pasien dengan riwayat Diabetes Mellitus Tipe 2. HbA1c adalah hemoglobin yang berikatan
dengan molekul glukosa. Hemoglobin memiliki masa hidup sekitar 120 hari. Oleh karena itu, tes
HbA1c dapat menggambarkan perkiraan kadar rata-rata gula dalam darah selama tiga bulan
Metode penelitian yang digunakan yaitu Cross Sectional atau analitik observasional. penelitian ini
adalah komunitas Prolanis (Program Lanjutan Penanggulangan Penyakit Kronis) di Puskesmas
Kahuripan Tasikmalaya sebanyak 30 pasien. Hasil penelitian berupa data sekunder yang diperoleh
dari rekam medis Puskesmas Kahuripan Tasikmalaya diolah menggunakan uji kendall?s. Hasil
dari uji statistik hubungan HbA1c dengan kadar kreatinin sehingga nilai signifikan p>0,05.
Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara kadar HbA1c dengan kadar kreatinin
pada pasien dengan riwayat Diabetes Mellitus Tipe 2.
Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, HbA1c, Kreatinin.