Abstract :
Labu kuning (Curcubita moschata) merupakan salah satu sumber pangan yang memiliki kandungan zat gizi lengkap salah satunya tinggi serat. Selain itu, ampas kelapa (Cocos nucifera) merupakan hasil dari pembuatan santan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan dengan kandungan serat yang tinggi. Serat pangan adalah bagian dari tumbuhan yang dapat dikonsumsi yang tersusun dari karbohidrat serta memiliki sifat resistan terhadap proses pencernaan. Konsumsi serat masyarakat Indonesia saat ini masih kurang yaitu 10,5 gram/hari. Maka dilakukan fortifikasi tepung ampas kelapa untuk menambah kadar seratnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar tepung labu kuning yang difortifikasi menggunakan tepung ampas kelapa. Uji analisis tepung meliputi pemeriksaan kadar serat, kadar air, kadar abu, kadar protein, organoleptik, dan hedonik. Hasil analisis kadar serat 16,66%, kadar air 11,95%, kadar abu 5,35%, kadar protein 7,08%, uji organoleptik berbau khas; rasa manis; permukaan yang agak tidak menyenangkan, dan uji hedonik memasukkan batasan variasi; aroma; rasa; hasil pemeriksaan dari uji Mann Whitney yaitu p>0,05.