Abstract :
Latar Belakang: Pada Zaman sekarang kebanyakan anak sekolah dasar (SD)
sudah sering menggunakan gawai dan orang tua kurang memperhatikan kepada
anaknya sehingga banyak anak yang mengeluh penglihatannya buram.
Berdasarkan data Puskesmas Limbangan 2022 dari 10.284 siswa terdapat 1.607
siswa yang mengalami kelainan refraksi di Kecamatan Limbangan. Peneliti
bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penggunaan gawai terhadap tajam
penglihatan siswa SDN 1 Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.
Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif
kuantitatif, menggunakan teknik sampling simple random sampling dengan dsain
cross sectional dimana subjek penelitian mengisi kuisioner dan diperiksa tajam
penglihatan di SDN 1 Cijolang dilakukan hanya satu kali pada saat itu saja.
Analisis data secara analisis bivariat yaitu menganalisis dua variabel, variabel
independen (lama penggunaan gawai) dan variabel dependen (tajam penglihatan).
Hasil Penelitian: Dalam penelitian ini menunjukan lama penggunaan gawai
terhadap tajam penglihatan pada mata kanan dan mata kiri (0.000). hal ini sesuai
dengan p-value mata kanan dan mata kiri (0.000) < 0,05 artinya H1 diterima dan
H0 ditolak, terdapat pengaruh lama penggunaan gawai terhadap tajam penglihatan.
Kesimpulan: Dalam penelitian ini terdapat pengaruh lama penggunaan gawai
terhadap tajam penglihatan mata kanan dan mata kiri siswa di SDN 1 Cijolang
Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut.
Kata Kunci: Lama penggunaan gawai, tajam penglihatan.