DETAIL DOCUMENT
PEMBUATAN SERBUK INDIKATOR ALAMI DARI FRAKSI METANOL KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) MENGGUNAKAN METODE FREEZE DRY
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA
Author
WIDYASTUTI, LARAS RIZKIA
Subject
S1-Skripsi Farmasi 
Datestamp
2023-07-27 08:37:02 
Abstract :
Abstrak Kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) mengandung metabolit sekunder golongan flavonoid, salah satunya yaitu antosianin. Antosianin dapat mengalami perubahan warna pada suasana asam dan basa. Sehingga antosianin dapat digunakan sebagai indikator asam basa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji serbuk fraksi metanol kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) sebagai indikator titrasi asam basa dengan menghitung parameter validasi metode meliputi presisi, akurasi, dan linearitas. Ekstraksi kulit buah rambutan dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% : HCl 1% (9:1). Fraksinasi kulit buah rambutan dilakukan menggunakan metode ekstraksi cair-cair (ECC) menggunakan pelarut n-heksan, air, dan metanol. Fraksi metanol kulit buah rambutan dikeringkan menggunakan freeze dry. Untuk menentukan perubahan warna pada titik akhir serbuk fraksi metanol dilakukan pengukuran beberapa parameter validasi metode kemudian dibandingkan dengan indikator phenolphtalein. Hasil penelitian menunjukkan kadar antosianin total pada fraksi metanol kulit buah rambutan yaitu 44,252 ± 0,289 mg/L. Warna fraksi metanol mengalami perubahan warna menjadi coklat pada rentang pH 8-11. Berdasarkan hasil penelitian, serbuk fraksi metanol kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) tidak berbeda siginifikan dengan indikator phenolphthalein dengan nilai signifikansi > 0,05, sehingga serbuk fraksi metanol kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) dapat digunakan sebagai indikator asam basa berdasarkan hasil validasi metode meliputi presisi, akurasi, dan linearitas. OLEH: LARAS RIZKIA WIDYASTUTI 31119046 
Institution Info

UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA