Abstract :
Berdasarkan data Riskesdas 2018, sebanyak 59,12% penduduk Indonesia mengkonsumsi jamu dan 95,60% merasakan manfaatnya. Kulit pisang klutuk mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, dan saponin yang berkhasiat sebagai antihiperglikemia. Demi menjamin keamanan saat diaplikasikan kepada manusia, maka dilakukan pengujian toksisitas pada hewan coba. Penelitiann ini bertujuan untuk mengetahui dosis toksisias subkronik selama 28 hari ekstrak etanol kulit pisang klutuk terhadap parameter bobot badan, bobot organ, aktivitas motorik, serta kreatinin dan BUN (Blood Urea Nitrogen) pada tikus putih galur wistar. Penelitian ini terdiri dari empat tahapan kegiatan, yaitu pengolahan simplisia, pembuatan ekstrak kulit pisang klutuk, metode uji simplisia dan ekstrak, dan uji toksisitas subkronik ekstrak kulit pisang klutuk. Hasil uji toksisitas subkronik menunjukan bahwa ekstrak etanol kulit pisang klutuk (Musa balbisiana Coll) pada dosis 1, dosis 2, dosis 3, dan satelit secara keseluruhan tidak mempengaruhi perilaku dan aktivitas motorik, peningkatan berat badan, indeks organ, parameter biokimia kreatinin dan BUN pada tikus wistar jantan dan betina.
Kata Kunci : Musa balbisiana Colla; Uji Toksisitas Subkronik, Kreatinin, Blood Urea Nitrogen
OLEH :
KURNIA AGUSTIN
31119028