Abstract :
Ekstrak kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) telah banyak dilakukan penelitian mengenai uji potensi sebagai antihiperkolesterolemia, antidiabetes dan antiobesitas. Kulit buah rambutan yang berwarna merah mengandung antosianin, flavonoid, polifenol, tanin, saponin, monoterpenoid dan seskuiterpenoid yang memiliki efek farmakologis. Keamanan penggunaan ekstrak etanol kulit buah rambutan belum diketahui, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik subkronis pada tikus putih galur wistar (Rattus norvegicus L.). Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kelompok normal diberi sediaan Na-CMC 1%, pemberian sediaan ekstrak etanol kulit buah rambutan pada kelompok I (250mg/kg bb), kelompok II (500mg/kg bb), kelompok III (1000mg/kg bb) dan kelompok satelit (1000mg/kg bb) dengan pengamatan aktivitas motorik dan penimbangan berat badan setiap hari. Pengamatan kadar SGOT, SGPT dan indeks organ dilakukan pada tikus kelompok normal dan kelompok perlakuan setelah 28 hari pemberian sediaan uji serta kelompok satelit dilakukan pada hari ke-42. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat kematian, gejala toksisitas, tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok normal dan kelompok dosis uji berdasarkan analisis statistik perubahan berat badan dan indeks organ serta tidak terjadi efek toksik berdasarkan parameter kadar SGOT dan SGPT.
Kata Kunci : Nephelium lappaceum L., Hati, SGOT, SGPT.