Abstract :
Menurut data WHO, pada tahun 2013 asam urat di Indonesia menduduki urutan ke dua yang diperkirakan 1,6-13/100.000 orang. peningkatan kadar asam urat secara terus-menerus menyebabkan penyakit hiperurisemia. Penggunaan obat seperti Allopurinol yang berlebihan atau sering dapat menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol 70% daun iler dalam menurunkan kadar asam urat. Pengujian aktivitas antihiperurisemia dilakukan dengan menggunakan hewan uji tikus putih jantan galur Wistar yang diberi jus hati ayam dan kalium oksonat. Tikus yang telah mengalami hiperurisemia diberi ekstrak etanol daun iler dengan variasi dosis serta allopurinol 1,8 mg/200 g BB tikus sebagai kontrol positif. Pengukuran kadar asam urat dilakukan menggunakan fotometer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis 40 mg /200 g BB tikus merupakan dosis yang memiliki aktivitas antihiperurisemia paling baik, diikuti oleh dosis 20 mg/200 g BB tikus dan 80 mg/200 g BB tikus dengan persentase penurunan efektivitas berturut-turut 67,04%, 56,16% dan 39,06%.
Kata Kunci : Hiperurisemia, Daun iler, Asam urat