Abstract :
Pisang klutuk (Musa balbisiana Colla) merupakan tanaman asli Indonesia, telah terbukti memiliki
aktivitas antihiperglikemik dan dapat mengobati gastritis, batuk, dan diare. Oleh karena itu, obat
herbal yang berasal dari ekstrak etanol kulit pisang klutuk sangat memungkinkan untuk
dikembangkan. Namun, bukti keamanan merupakan prasyarat untuk pengembangan obat herbal.
Penelitian ini mengamati berat badan, aktivitas motorik, indeks organ, kadar SGOT, dan SGPT
untuk menilai keamanan dari penggunaan ekstrak etanol kulit pisang klutuk sebagai bahan obat
herbal. Metodologi yang digunakan sesuai dengan persyaratan uji toksisitas yang ditetapkan dalam
peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jumlah tikus yang digunakan sebanyak 50
ekor, 25 ekor jantan dan 25 ekor betina. Dengan masing-masing kelompok kontrol normal
(CMC Na 1%), dosis 1 (175 mg/Kgbb), dosis 2 (350 mg/Kgbb), dosis 3 (700 mg/Kgbb), dan satelit
(700 mg/Kgbb) yang diberikan secara oral sehari satu kali selama 28 hari. Berdasarkan hasil
penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak etanol kulit pisang klutuk dengan dosis 1, dosis 2,
dosis 3 dan satelit tidak menimbulkan efek toksik (P>0,05) terhadap berat badan, aktivitas motorik,
indeks organ, dan kadar SGOT dan SGPT.
Kata Kunci : Musa balbisiana Colla; Toksisitas Subkronik; Berat Badan; Indeks Organ; SGOT;
SGPT