Abstract :
ABSTRAK
Aliran darah yang abnormal ke otak dapat menyebabkan stroke, yang berakibat pada penurunan fungsi otak secara tiba-tiba dan dapat berakibat fatal. Diabetes mellitus tipe 2 merupakan salah satu faktor risiko stroke iskemik yang dapat dimodifikasi, faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi, seperti usia, jenis kelamin, ras, dan keturunan. Diabetes melitus tipe 2 memiliki kemampuan untuk menebalkan dan menyempitkan dinding pembuluh darah, sehingga dapat mengakibatkan aterosklerosis dan infark sel otak. Tujuan dari manajemen risiko adalah untuk mengurangi efek negatif yang ditimbulkan oleh masalah terkait obat (DRPs) secara kuantitatif dengan melacak frekuensi probabilitas dan hasil. Data pasien rawat inap stroke iskemik dengan diabetes melitus tipe 2 di RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya dikumpulkan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan desain penelitian observasional, cross-sectional dengan pendekatan retropropektif. Hasil penelitian menunjukkan dari 58 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, tepat dosis dan interval 58(100%), indikasi tanpa obat 1(2%), interaksi obat mayor 7 (8%), moderate 32 (34,7%) dan minor 50 (57,3%). Manajemen risiko interaksi obat sangat rendah 17(89%), rendah 2 (11%) dan manajemen risiko indikasi tanpa obat sangat rendah 1.
Kata Kunci : Stroke Iskemik, Diabetes Melitus Tipe 2, Drug Related Problems (DRPs), Manajemen Risko.
Oleh :
ANISA ANATASYA DILA
31119075