Abstract :
Latar Belakang: Keselamatan kerja merupakan sarana utama untuk pencegahan kecelakaan, cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja. Ketersediaan K3 sangat penting dalam penerapan K3 di setiap laboratorium untuk menghindari
kecelakaan kerja saat melakukan praktikum. Kecelakaan kerja yang pernah terjadi di laboratorium prodi refraksi optisi Universitas Bakti Tunas Husada pada tahun 2021 menyebabkan beberapa praktikan yang terkena serpihan lensa saat
praktikum di laboratorium karena kurangya kesadaran praktikan terhadap penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium
prodi Refraksi Optisi Universitas Bakti Tunas Husada.
Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan
deskriptif. Objek dalam penelitian ini yaitu Laboratorium Dispensing, Laboratorium Refraksi, Laboratorium Lensa Kontak, Laboratorium Surfacing, dan Klinik Mini Optik. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi dengan
menggunakan lembar observasi. Analisis data yang digunakan yaitu univariate yang disajikan dalam bentuk tabel dan diintrespretasikan dalam suatu uraian.
Hasil Penelitian: Kelengkapan ketersediaan alat K3 yang paling tinggi yaitu di laboratorium dispensing dan surfacing, sedangkan untuk laboratorium lensa kontak, refraksi klinik dan klinik mini optik belum sepenuhnya tersedia. Hal ini terjadi karena beberapa indikator alat pelindung diri yang tidak disediakan secara langsung didalam laboratorium, melainkan dipegang oleh mahasiswa. Selain itu
kotak P3K juga belum disediakan disetiap laboratorium Refraksi Optisi Universitas Bakti Tunas Husada.
Kesimpulan: Mayoritas ketersediaan fasilitas K3 di laboratorium dispensing
sudah tersedia, namun untuk laboratorium lensa kontak, laboratorium refraksi
klinik, laboratorium surfacing, dan klinik mini optik belum lengkap.
Kata kunci: Kesehatan Keselamatan Kerja (K3), Laboratorium, Refraksi Optisi