Abstract :
Anak usia sekolah merupakan usia yang rentan untuk mengalami penyakit pencernaan gastro enteritis. Gastro enteritis adalah radang lambung dan usus dengan gejala yang berlangsung kurang dari 14 hari, disertai diare, mual dan muntah. Kondisi tersebut dapat beresiko hipovolemia dimana apabila dibiarkan akan terjadi dehidrasi yang menyebabkan kematian. Desain yang digunakan adalah Case Studi dengan pendekatan asuhan keperawatan. Jumlah subjek sebanyak 2 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil studi kasus, respon sebelum diberikan tindakan pada subjek I dan II yaitu kekuatan nadi membaik, output urin sedikit meningkat, membran mukosa sedikit membaik, ortopnea menurun, dipsnea menurun, paroxymal menurun, edema anasarka menurun, edema perifer menurun, frekuensi nadi membaik, tekanan darah membaik, turgor kulit sedikit membaik, jugular venous pressure membaik, hemoglobin membaik dan hematokrit membaik. Setelah dilakukan tindakan monitoring intake output cairan selama 3 hari respon dari kasus I dan II yaitu kekuatan nadi membaik, output urin meningkat, membran mukosa membaik, ortopnea menurun, dispnea menurun, paroxysmal nocturnal dyspnea (PND) menurun, edema anasarka menurun, edema perifer menurun, frekuensi nadi membaik, tekanan darah membaik, turgor kulit membaik, jugular venous pressure membaik, hemoglobin membaik dan hematokrit membaik. Dengan demikian maka tindakan monitoring intake output cairan dapat memantau status cairan pasien sehingga tidak terjadi dehidrasi. Rekomendasi bagi perawat khususnya yang bertugas diruang anak apabila ada anak dengan risiko hipovolemia maka pilihan utama tindakan keperawatan adalah melakukan monitoring intake output cairan.