Institusion
UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA
Author
Rusandi, Intan Permatasari
Subject
S1-Skripsi Farmasi
Datestamp
2023-09-04 07:48:01
Abstract :
Demam tifoid adalah penyakit infeksi bakteri yang menyerang sistem pencernaan manusia yang disebabkan oleh Salmonella typhi dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran. Salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi demam tifoid adalah antibiotik. Cost-Effectiveness Analysis merupakan analisis yang digunakan untuk membandingkan dua atau lebih alternatif pilihan dengan menguji rasio perbedaan biaya dan perbedaan efektivitas kesehatan dari pilihan alternatif tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ACER atau obat apa yang paling efektif dan nilai ICER yang memiliki biaya dan efektivitas yang rendah pada obat antibiotik pada pasien demam tifoid rawat inap di RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode pengambilan data secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk antibiotik yang paling cost-effective memiliki nilai ACER yang paling rendah dengan efektivitas paling tinggi adalah Ampicilin Inj dengan nilai ACER Rp. 747.182 dengan efektivitas (100%). Dan untuk nilai ICER berdasarkan outcome yang memiliki biaya dan efektivitas lebih rendah adalah pada obat metronidazol dengan biaya Rp. 860.987 dan efektivitas 50%. Sedangkan untuk nilai ICER berdasarkan lama rawat inap yaitu obat sefotaksim inj dengan biaya Rp. 1.409.034 dan efektivitas 71,4%.