Abstract :
Data yang diperoleh dari WHO menyebutkan bahwa wanita diwilayah Asia Tenggara memiliki angka kejadian luka bakar yang tertinggi, 27% dari angka keseluruhan secara global meninggal dunia dan hampir 70% diantaranya adalah Wanita (Kemenkes RI., 2019). Desain penelitian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu eksperimental dengan analisis kuantitatif secara in vivo terhadap tikus putih galur wistar. Ekstrak biji buah kupa (Syzygium polycephalum Miq.) memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan yang sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak yang terpilih yaitu pada ekstrak etanol biji kupa dengan konsentrasi 15%, dan 20% dimana luka bakar sembuh dalam waktu kurang dari 14 hari
Kata kunci: luka bakar, Syzygium polycephalum Miq, antibakteri, antioksidan