DETAIL DOCUMENT
GAMBARAN KADAR KREATININ PADA PASIEN TUBERKULOSIS (TBC) PARU DALAM TERAPI OBAT ANTI TUBERKULOSIS TAHAP LANJUTAN DI PUSKESMAS X KABUPATEN GARUT
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA
Author
AWALUDIN, ASEP
Subject
KTI DIII-Analis Kesehatan/TLM 
Datestamp
2023-09-07 06:27:18 
Abstract :
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Upaya pemberian Obat Anti Tuberculosis (OAT) merupakan salah satu langkah pengobatan dan pencegahan penyebaran lanjutan dari bakteri penyebab Tuberkulosis dengan tahap intensif (2bulan) dan tahap lanjutan (4bulan) dan terdiri dari Isoniazid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z), Etambutol (E), dan Streptomisin (S). Rifampisin dan streptomisin merupakan obat anti tuberkulosis (OAT) mempunyai efek nefrotoksik berakibat dapat menurunkan fungsi ginjal. Pengukuran kadar kreatinin merupakan parameter untuk mengetahui fungsi ginjal. Dengan tujuan mengetahui gambaran kadar kreatinin pada penderita tuberkulosis (TBC) paru dalam terapi Obat Anti Tuberkulosis di Puskesmas X Kabupaten Garut. Sampel yang diteliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif sebanyak 20 sampel diambil secara pusposive sampling. Metode pemeriksaan yang digunakan metode Tes Kolorimetrik Enzymatik dengan alat Spektrofotometer. Hasil penelitian didapatkan hasil 85% (17 responden) memiliki kadar kreatinin normal dan 15% (3 responden) memiliki kadar kreatinin meningkat. Hasil penelitian yang didapat dari 20 responden didominasi dengan hasil yang normal. Kata Kunci : Tuberkulosis, Kreatinin, OAT 
Institution Info

UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA