Abstract :
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA
Karya Tulis Ilmiah, Agustus 2023
Mochamad Rizqi
GAMBARAN PENERAPAN COGNITIVE THERAPY UNTUK MENGONTROL
HALUSINSI PENDENGARAN PADAPASIEN SKIZOFRENIA PARANOID DI
PUSKESMAS PURBARATU
xiii + 88 halaman + 9 tabel + 10 lampiran
ABSTRAK
Kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di
dunia, karena kesehatan jiwa merupakan sebuah kondisi mental sejahtera yang
memungkinkan hidup harmonis dan produktif sebagai bagian yang utuh dari kualitas
hidup individu, dalam hal ini termasuk di Indonesia. Kesehatan jiwa bukan sekedar
terbebas dari gangguan jiwa, akan tetapi merupakan suatu hal yang dibutuhkan oleh
semua orang. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, menyatakan bahwa
prevalensi gangguan jiwa berat pada penduduk Indonesia mengalami kenaikan 1,8% per
mil dari nilai sebelumnya tahun 2018 adalah 1,7 per mil. Gangguan jiwa mencapai 13%
dari penyakit secara keseluruhan dan kemungkinan akan berkembang menjadi 25% di
tahun 2030, sehingga prevalensi gangguan jiwa di berbagai negara akan mengalami
peningkatan. Skizofrenia masih menjadi salah satu masalah kesehatan jiwa yang
prevalensi setiap tahunnya mempunyai peningkatan yang signifikan. Pasien skizofrenia
mengalami gangguan pada kognitif, emosional, persepsi dan gangguan pada tingkah laku.
Rumusan masalah pada penlitian ini adalah Bagaimanakah gambaran mengontrol
halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia paranoid setelah dilakukan tindakan
cognitive therapy. Tujuan Umum pada penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran
hasil penerapa cognitive therapy untuk mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien
skizofrenia paranoid. Desain Karya Tulis Ilmiah ini adalah deskriptif dengan pendekatan
studi kasus untuk mengeksplorasi masalah keperawatan masalah keperawatan dan teknik
penyelesaian masalah klien berupa penerapan cognitive therapy untuk mengontrol
halusinasi pendegaran pada pasien skizofrenia paranoid. Hasil : Cognitive therapy ini
dilakukan selama 3 hari dimana sebelum dilakukan terapi responden di wawancarai dan
diobservasi terlebih dahulu dengan menggunakan lembar pedoman wawancara dan
lembar observasi dan setelah dilakuka terapi responden di evaluasi terkai isi, waktu,
frekuensi, situasi, dan respon halusinasinya. Kesimpulan : Pada hasil respon atau
perubahan halusinasi pendengaran sebelum dan setelah dilakukan cognitive therapy
terdapat perubahan yaitu pada respon halusinasinya dimana sebelum dilakukan cognitive
therapy responden merespon halusinasinya dengan mengikuti suruhan dan berkeyakinan
bahwa bisikan itu nyata dan setelah dilakukan cognitive therapy responden dapat
mengontrol atau mengendalikan halusinasinya dengan cara berfikir lebih positif,
mengabaikannya dan beranggapan bahwa bisikan itu tidaklah nyata.
Kata kunci : cognitive therapy, halusiasi,skizofrenia
Daftar Pustaka : 22 buah (2014- 2022)