Abstract :
Kandidiasis merupakan salah satu kasus infeksi jamur yang paling sering terjadi pada manusia.Penyakit kandidiasis tergolong infeksi oportunistik yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur genus Candida yang berlebihan, 70% dari infeksi Candida disebabkan oleh Candida albicans.Minyak lemon merupakan minyak atsiri yang diekstrak dari kulit jeruk lemon.Komponen senyawa kimia utamanya adalah limonena (55-80%) berfungsi sebagai antifungi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat minyak atsiri jeruk lemon (Citrus limon (L) Burm. f) merk “X†terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans secara in vitro. Penelitian ini bersifat experimental dengan menggunakan metode difusi cakram Kirby Bauer.Variasi konsentrasi pengenceran yang digunakan mulai dari 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100%.Kontrol positif yang digunakan yaitu ketokonazole 2% dan Kontrol negatif menggunakan VCO (Virgin Coconut Oil).Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan minyak atsiri jeruk lemon (Citrus limon (L) Burm. f) merk “X†pada semua konsentrasi terbukti mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans secara in vitro, tetapi pada konsentrasi 80%-100% lebih efektif karena diameter yang melebihi zona hambat dari kontrol positif yaitu ketokonazole 2% dengan diameter rata-rata 39,15 mm, 40,5 mm, dan 69,68 mm dan dapat digunakan sebagai bahan formula obat sintetik ketokonazole 2%.Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan bahwa minyak atsiri jeruk lemon (Citrus limon (L) Burm. f) merk “X†mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans secara in vitro dengan diameter zona hambat terkecil pada konsentrasi 10% yaitu 7,65 mm dan diameter zona hambat terbesar pada konsentrasi 100% yaitu 69,68 mm.
Kata Kunci: Canida albicans, Minyak Atsiri, Jeruk Lemon, Lemonena, Antifungi