Abstract :
Antibiotik profilaksis digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi pada waktu tertentu dengan durasi pendek untuk melawan pathogen tunggal dan menghalangi terjadinya komplikasi bakteri atau infeksi luka operasi (ILO). Bedah digestif memiliki potensi paling tinggi terkena infeksi luka operasi (ILO). Penggunaan antibiotik profilaksis dapat efektif mencegah terjadinya ILO dengan pemilihan anitbiotik yang tepat dan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan dan kualitas penggunaan antibiotik profilais pada pasien bedah digestif yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medis pasien bedah digestif tahun 2023 di Rumah Sakit Jasa Kartini Tasikmalaya. Terdapat 94 pasien yang menjalani bedah digestif yang masuk dalam kriteria inklusi dan eksklusi pada penelitian ini. Hasil dari penelitian ini antibiotik profilaksis yang digunakan antibiotik ceftriaxone sebanyak 92 pasien (97,87%) dan ciprofloxacin sebanyak 2 pasien (2,13%) yang menunjukan bahwa pemilihan jenis antibiotik profilaksis belum sesuai dengan pedoman umum. Hasil evaluasi antibiotik berdasarkan metode Gyssens, pada penelitian ini menunjukan penggunaan antibiotik rasional dengan kategori 0 sebanyak 94,68%, dan tidak rasional dengan kategori IIA 3,19% dan kategori IVA 2,13%.
Kata kunci : Evaluasi; antibiotik profilaksis; bedah digestif