Abstract :
Kelainan refraksi merupakan penyebab gangguan penglihatan dan kebutaan ke dua di dunia. Hal ini disebabkan kurangnya informasi yang berkaitan dengan kelainan refraksi sehingga diperlukan media yang lebih menarik. Kartu kuartet dapat dijadikan media promosi kesehatan yang dapat meningkatkan pemahaman mengenai kelainan refraksi sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kejadian gangguan penglihatan dan kebutaan. Metode penelitian yang dimanfaatkan adalah research and development (R&D) dengan model pengembangan yaitu 4D. Pengambilan sampel menerapkan teknik purposive sampling dengan instrumen berupa lembar uji validitas, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan media kartu kuartet kelainan refraksi efektif dalam meningkatan pengetahuan siswa SMAN 9 Tasikmalaya dengan hasil p-value <0,001.