Abstract :
Kelainan refraksi merupakan penyebab utama kedua gangguan penglihatan secara global dan penyebab kebutaan kedua yang dapat diobati. Didalam kegiatan belajar mengajar masih belum terpapar edukasi kesehatan mata khususnya kelainan refraksi ditingkat anak-anak dan remaja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kelainan refraksi pada siswa di Pondok Pesantren Nurul Iman Tasikmalaya. Bersifat kuantitatif, desain cross sectional. Sampel penelitian ini siswa sebanyak 55 orang. Hasil menunjukkan pengetahuan sebelum penyuluhan adalah 3 orang (5,5%) baik, 16 orang (29,1%) cukup dan 36 orang (65,5%) kurang. Diketahui pengetahuan sesudah penyuluhan adalah 27 orang (49%), 15 orang (27%) cukup dan 13 orang (24%) kurang. Terdapat peningkatan antara sebelum dan sesudah penyuluhan (p=0,01).