Abstract :
PROGRAM STUDI DIII ANALIS KESEHATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2024
Herawati
Di seluruh daerah tropis dan subtropis, demam berdarah merupakan penyakit endemik. Setiap
provinsi melaporkan memiliki lebih dari 80% kasus demam berdarah selama enam tahun
sebelumnya. Pada tahun 2020, indonesia memiliki angka kejadian sebesar 39,9 per 100.000
orang. Namun demikian, masih ada 146 Kabupaten/Kota dan 12 provinsi dengan IR lebih dari
49 per 100.000 orang. Pengenalan tindakan pencegahan merupakan respon terhadap
meningkatnya kejadian demam berdarah. Pestisida kimia memang bekerja dengan baik dan
efisien, namun juga menimbulkan banyak dampak buruk terhadap lingkungan dan makhluk
hidup. Dengan memanfaatkan potensi komponen tanaman lokal, maka diperlukan metode
alternatif pengendalian vektor dengan memanfaatkan bahan alami dan ramah lingkungan. Buah
belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan
sebagai larvasida. Alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid yang terdapat pada buah Averrhoa
bilimbi L mempunyai sifat larvasida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
seberapa baik perasan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) membunuh larva Aedes
aegypti sp. Perasan buah belimbing wuluh konsentrasi 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%, serta kontrol
positif dan kontrol negatif digunakan dalam penelitian ini dengan enam perlakuan dan tiga kali
pengulangan teknik percobaan. Berdasarkan temuan penelitian, kontrol positif mewakili 100%
kematian dan kontrol negatif mewakili 0%. Sedangkan rata-rata persentase kematian yang
diperoleh sebesar 98,6%, 100%, 100%, dan 100% pada konsentrasi yang digunakan yaitu 0,5%,
1%, 1,5%, dan 2%. Hasil penelitian menunjukkan larva Aedes aegypti dapat dibunuh secara
efektif dengan konsentrasi 0,5%.
Kata Kunci: Buah Belimbing Wuluh, Kandungan Buah Belimbing Wuluh, Demam Berdarah
Dengue