Abstract :
Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah penularan virus hepatitis B (VHB) karena penggunaan akses vaskular yang sering digunakan dengan tingkat frekuensi hemodialisis. Faktor risiko pertama yang berkontribusi terhadap terjadinya infeksi VHB pada pasien yang melakukan pengobatan hemodialisis adalah transfusi darah, transplantasi ginjal, dan frekuensi hemodialisis pada pasien yang menjalani pengobatan hemodialisis. Oleh karena itu, pemeriksaan HBsAg diperlukan sebagai skrining pertama. Objek dari penelitian ini adalah untuk memafhumi hasil kualitatif pemeriksaan HBsAg pada pasien hemodialisa kronik. Metode yang ditentukan dalam penelitian ini adalah imunokromatografi. Temuan penelitian ini dibagi menjadi dua kategori: usia muda (17%) dengan prevalensi 56,7%, dan usia dewasa (13%) dengan prevalensi 43,3%. Dari 44 sampel, hasilnya negatif dengan tingkat presentasi 100%. Kesimpulan hasil penelitian di UPTD Khusus RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya menunjukkan bahwa 30 orang (100%) merupakan pasien hemodialisa atau tidak memiliki hasil pemeriksaan HBsAg yang positif.
Kata kunci : hepatisis B,pemeriksaan HbsAg, gagal ginjal kronik.