DETAIL DOCUMENT
Gamnaran Kadar Bilirubin Pada Urine Penderita Tuberkulosis Paru Yang Mendapatkan Obat Anti Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA
Author
APRILIAN, DEA RENJANI
Subject
KTI DIII-Analis Kesehatan/TLM 
Datestamp
2024-08-27 04:50:09 
Abstract :
Mikroba Mycobacterium tuberculosis menginfeksi tubuh manusia dan menyebabkan penyakit tuberkulosis. Salah satu penawar tuberkulin (OAT) yang diminum melalui mulut adalah Isoniazid (INH), Pirazinamid (PZA), Rifampisin (R), Etambutol (E), dan Streptomisin (S). Efek hepatotoksik dari OAT ini termasuk Isoniazid (INH), Pirazinamid (PZA), dan Rifampisin, keduanya menghasilkan senyawa diasetilhidrazi dalam metabolisme hati, dan Pirazinamid dapat memodifikasi tingkat NAD+ dehidrogenase. Dua obat tersebut mampu memproduksi molekul reaktif yang bisa menyebabkan kerusakan pada sel hati. Rifampisin bisa menghambat pengangkutan bilirubin sehingga mengakibatkan hiperbilirubinemia terasosiasi dapat memicu terjadinya kerusakan pada sel hati. Akibatnya, enzim hati dan bilirubin meningkat dalam darah, yang menunjukkan gangguan fungsi hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi tingkat bilirubin pada urine orang yang terjangkit Tuberkulosis paru yang mendapatkan pengobatan Tuberkulosis di pusat kesehatan masyarakat Kecamatan Kawalu kota Tasikmalaya. Pendekatan penelitian yang diterapkan yaitu purposive sampling deskriptif kuantitatif Hasil penelitian diperoleh sebanyak 89% (16 responden) memiliki kadar bilirubin urine negatif, dan 11% (2 Responden) memiliki kadar bilirubin urine abnormal. Kata Kunci: Tuberkulosis, Bilirubin Urine, OAT 
Institution Info

UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA