Abstract :
PROGRAM STUDI DIII ANALIS KESEHATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2024
Satria Ananta Romadhan
Kasus penyakit degeneratif, termasuk diabetes melitus, kini semakin meningkat. Diabetes melitus adalah kondisi ketika pankreas tidak bisa memproduksi insulin atau tubuh tidak bisa memanfaatkannya dengan efisien, yang ditandai dengan hiperglikemia kronis. Jika tidak dikontrol, diabetes bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, kerusakan pada mata, ginjal, saraf, dan gigi. WHO (2016) mengatakan bahwa penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian terbanyak (39%), diikuti oleh kanker (27%), dan diabetes (4%) pada individu di bawah usia 70 tahun. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang menggunakan metode GOD-PAP untuk mengukur kadar glukosa. Dari 20 responden yang dilibatkan, 5 responden (25%) menunjukkan hasil rendah, disebut sebagai hipoglikemia, dengan kadar glukosa normal pada 6 responden (30%) yang berkisar antara 70 hingga 100 mg/dl. Semua responden dalam studi ini tidak memiliki riwayat diabetes, namun 6 responden (30%) mengaku tidak sering mengonsumsi alkohol, dan sejumlah sama juga mengatakan tidak mengonsumsi alkohol setiap minggu. Selanjutnya, dari penelitian di Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, ditemukan bahwa 9 responden (45%) memiliki kadar glukosa tinggi, yang berkorelasi dengan 11 responden (55%) yang mengonsumsi minuman alkohol lebih dari tiga kali seminggu dan 9 responden yang minum lebih dari tiga botol alkohol dalam satu malam.