Abstract :
PROGRAM STUDI S1 FARMASI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2024
Limus(Mangifera foetida Lour) merupakan tumbuhan dari famili Anacardiache dan mengandung senyawa mangiferin sebagai efek farmakologi seperti antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, neruroproteksi dan antikanker. Pada penelitian sebelumnya diduga sebagai antioksidan dan potensi limus dapat dijadikan obat dengan uji keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol biji limus (Mangifera foetida Lour) terhadap mencit jantan yang ditinjau dari gejala toksik, berat badan, indeks ginjal, klasifikasi LD_50, kadar serum kreatinin dan ureum. Uji toksisitas akut dilakukan secara oral dengan metode fixed dose dengan setiap kelompok terdiri 5 mencit jantan. Dosis yang digunakan adalah 5 mg/KgBB, 50 mg/KgBB, 300 mg/KgBB dan 2000 mg/KgBB (uji pendahuluan). Berdasarkan hasil uji pendahuluan terjadi kematian pada dosis 2000 mg/KgBB sedangkan pada uji utama tidak terdapat kematian selama 24 jam. Penimbangan berat badan mencit, nilai kadar kreatinin dan ureum adanya perbedaan antara kelompok normal dan perlakuan dosis karena nilai signifikan (P<0,05) namun pada indeks ginjal tidak terdapat perbedaan secara bermakna (P>0,05). Pemberian ekstrak etanol biji limus (Mangifera foetida Lour) pada mencit merupakan klasifikasi LD_50>300 mg/KgBB kategori sedikit toksik sehingga aman terhadap fungsi ginjal.
Kata kunci: Mangifera foetida L, Toksisitas Akut, Metode Fixed Dose, Kreatinin, Ureum.