Abstract :
Piroksikam memiliki kelarutan rendah dalam air termasuk dalam Biopharmaceutical Classification System (BCS)
kelas II. Pada penelitian pembuatan spherical cocrystal dengan penambahan polimer hidrofilik yaitu polimer PEG
6000 menggunakan metode Antisolvent dengan menggunakan tiga pelarut diantaranya; asetonitril sebagai pelarut baik
(good solvent), aqua DM sebagai pelarut buruk (bad solvent), diklorometan dan etanol (1,5:1) sebagai pengikat
(bridging). Pada penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi, meningkatkan mikromeritik serta meningkatkan
laju disolusi. Karakterisasi dianalisis dengan menggunakan Differential Scanning Calorimetry (DSC) transformasi
Infra-Red Fourtier (FTIR), Hot Stage Microscopy (HSM) Scanning Electron Microscopy (SEM). Kemudian dilakukan
pengujian kelarutan, disolusi intrinsik dan evaluasi mikromeritik, pada hasil karakterisasi spherical cocrystal
piroksikam (1:1) menunjukkan bahwa terbentuknya ikatan hidrogen antara piroksikam dengan asam suksinat pada
hasil analisis FT-IR, penurunan suhu lebur pada hasil analisis HSM. Hasil pengujian kelarutan dan disolusi instrinsik
Spherical cocrystal piroksikam (1:1) menunjukan peningkatan dimana kelarutan spherical cocrystal piroksikam (1:1)
meningkat 12 kali lipat dan nilai IDR pada tiga media disolusi pH 1,2 dan 6,8 masing-masing adalah 0,4470
mg/cm2/menit dan 0,5352 mg/cm2/menit. Sedangkan pada pH 4,5 nilai IDR tidak bias ditentukan karena nilai
absorbansinya berada dibawah rentang kurva baku. Selanjutnya hasil evaluasi mikromeritik spherical cocrystal
piroksikam lebih baik dari piroksikam murni.
Kata Kunci: Spherical cocrystal, Piroksikam, Asam Suksinat, Antisolvent