Abstract :
Hipertensi masih menjadi tantangan besar di Indonesia, terutama dalam pelayanan kesehatan primer. Data dari Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Jawa Barat meningkat dari 34,5% pada tahun 2018 menjadi 39,6% pada tahun (2020). Di Kota Tasikmalaya, Dinas Kesehatan mencatat ada 36.466 kasus hipertensi pada tahun 2019, menjadikannya penyakit terbesar kedua setelah nasofaringitis akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah terkait obat Drug Related Problems (DRPs) pada pasien hipertensi di RSUD dr. Soekardjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pengumpulan data secara prospektif. Identifikasi DRPs dilakukan berdasarkan klasifikasi Pharmaceutical Care Network Europe V9.1. Dari 115 pasien yang diteliti, ditemukan 114 kejadian DRPs, yang meliputi 16 kejadian (14,04%) gejala yang tidak diterapi, 24 kejadian (21,05%) penggunaan obat yang tidak tepat, 21 kejadian (18,42%) penggunaan obat tanpa indikasi, 49 kejadian (42,98%) interaksi obat, 2 kejadian (1,75%) dosis rendah, dan 2 kejadian (1,75%) masalah terkait pasien. Berdasarkan klasifikasi PCNE V9.1, kategori penyebab dan masalah DRPs yang paling banyak terjadi di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya pada periode Januari-Maret 2024 adalah interaksi obat