Abstract :
Gagal ginjal kronik merupakan suatu keadaan penurunan fungsi ginjal, dimana ginjal tidak mampu lagi mengekskresikan sisa metabolisme tubuh salah satunya ureum. Hemodialisa dibutuhkan untuk mengeleminasi sisa metabolisme tubuh yang menumpuk dalam darah untuk menurunkan risiko kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar ureum serum pada pasien gagal ginjal kronik sebelum dan sesudah hemodialisa. Metode penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian deskriptif cross-sectional dengan jumlah populasi yang diambil dengan metode simple random sampling, dan pemeriksaan menggunakan metode urease ? GLDH ? Fixed time dengan jumlah 15 pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya yang dilakukan pada bulan Mei ? Juni 2024. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata ? rata kadar ureum pasien sebelum hemodialisa 79,7 mg/dl dan sesudah hemodialisa adalah 21,2 mg/dl, rerata selisih penurunan 58,5 mg/dl dan rerata persentase penurunan kadar ureum sebelum dan sesudah hemodialisa adalah 73,7%. Kesimpulan alat dialisis di RSUD dr. Soekardjo masih dapat bekerja dengan optimal dengan hasil 15 responden (100%) pasien mengalami penurunan kadar ureum setelah dilakukan hemodialisa dengan rata ? rata persentase penurunan 73.7% dan mendapatkan hasil penurunan kadar ureum masih dalam rentang nilai standar penurunan kadar ureum (40% - 80%) dengan alat dialisis dan 1 responden (7%) di atas rentang normal.
Kata kunci : Gagal Ginjal Kronik (GGK), Hemodialisa, Ureum