Abstract :
Sabun adalah suatu sediaan pembersih kulit dibuat dari proses saponifikasi atau
netralisasi asam lemak, minyak, dan lilin dengan basa organik atau anorganik tanpa
menyebabkan iritasi pada kulit. Untuk menambah efektivitas antibakteri sabun,
maka dalam pembuatan sabun ditambahkan ekstrak yang mengandung senyawa
antibakteri, salah satunya yaitu dari kulit buah naga. Tujuan dari penelitian ini yaitu
untuk mengetahui daya hambat sabun padat yang sudah diperkaya oleh ekstrak kulit
buah naga terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian yang digunakan
adalah penelitian eksperimental menggunakan metode diffuse Kirby Baurer dengan
3 kali pengulangan, menggunakan variasi konsentrasi ekstrak 20, 40, 60, 80, dan
100%. Hasil uji didapatkan konsentrasi ekstrak kulit manggis memiliki daya
hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus, dengan diameter daya hambat
secara berturut-turut 7,3; 7,8; 8,8; 9,4 dan 9,4 mm. Pada konsentrasi ekstrak kulit
buah naga 80% memiliki daya hambat yang optimum dengan diameter zona hambat
9,4 mm, sehingga konsentrasi ekstrak diformulasikan dalam pembuatan sabun
padat dan setelah dilakukan uji didapatkan hasil sabun dengan penambahan ekstrak
konsentrasi 80% yaitu 10,9 mm. Didapatkan kesimpulan bahwa sabun padat yang
sudah diperkaya oleh ekstrak kulit buah naga memiliki kemampuan menghambat
bakteri Staphylococcus aureus.
Kata Kunci : Sabun, Kulit Buah Naga, Antibakteri, Staphylococcus aureus
Soap is a skin cleansing preparation made from the process of saponification
or neutralization of fatty acids, oils and waxes with organic or inorganic bases
without causing irritation to the skin. To increase the antibacterial effectiveness of
soap, when making soap, extracts containing antibacterial compounds are added,
one of which is from dragon fruit peel. The aim of this research is to determine the
inhibitory power of solid soap enriched with dragon fruit peel extract against
Staphylococcus aureus bacteria. The type of research used was experimental
research using the Kirby Baurer diffuse method with 3 repetitions, using varying
extract concentrations of 20, 40, 60, 80, and 100%. The test results showed that the
concentration of mangosteen peel extract had inhibitory power against
Staphylococcus aureus bacteria, with inhibitory diameters of 7.3; 7.8; 8.8; 9.4 and
9.4 mm. At a concentration of 80% dragon fruit peel extract, it has optimum
inhibitory power with an inhibitory zone diameter of 9.4 mm, so the extract
concentration was formulated in making solid soap and after testing, the results
obtained for soap with the addition of 80% concentration extract were 10.9 mm. It
was concluded that solid soap enriched with dragon fruit peel extract has the ability
to inhibit Staphylococcus aureus bacteria.
Keywords: Soap, Dragon Fruit Peel, Antibacterial, Staphylococcus aureus