Abstract :
Dry shampoo merupakan salah satu produk perawatan rambut yang semakin diminati karena
mampu menyerap minyak dan debu pada rambut tanpa perlu mencucinya dengan air. Namun,
penggunaan bahan-bahan sintesis yang terkandung pada dry shampoo dapat menyebabkan
iritasi kulit kepala. Oleh karena itu, perlu adanya alternatif bahan alami yang dapat
dimanfaatkan sebagai antioksidan dalam sediaan dry shampoo, salah satunya adalah daun salam
(Syzygium polyanthum). Daun salam diketahui mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan
polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan
dan mengetahui aktivitas antioksidan dengan memanfaatkan fraksi daun salam. Metode
ekstraksi digunakan dengan cara dingin atau maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.
Selanjutnya di fraksinasi dengan menggunaan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol-air.
Konsentrasi yang digunakan pada sediaan dry shampoo yaitu 3%, 5%, dan 7%. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sediaan dry shampoo dengan penambahan fraksi daun salam memiliki
aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 pada F1 (67,296 ppm), F2 (62,297
ppm) dan F3 (55,475 ppm) dan memiliki evaluasi yang baik dari parameter pH, derajat
kehalusan,uji homogen, dan uji hedonik.