Abstract :
Luka merupakan kerusakan pada bagian tertentu dari jaringan tubuh, yang melibatkan kehilangan atau kerusakan zat jaringan tersebut. SNEDDS curcumin yang menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 3,09 ± 0,015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas, efektivitas, dosis penyembuhan luka Diabtes Melitus SNEDDS Curcumin pada tikus putih. Desain penelitian ini penelitian kuantitatif dengan desain true eksperimental, yang melibatkan 25 ekor tikus putih yang dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing teridiri dari 5 ekor tikus. Kelompok tersebut meliputi kontrol negatif (tanpa pengobatan), kontrol positif (bioplacenton), dan tiga kelompok diobati dengan dosis SNEDDS Kurkumin (2,5 mg, 5 mg, dan 7,5 mg) diberikan selama 14 hari. Pada hasil persentase penyembuhan luka uji anova nilai signifikan sebesar 0,000. Kesimpulan SNEDDS curumin menunjukan aktivitas penyembuhan luka pada tikus putih diabetes melitus. Hal ini dibuktikan oleh peningkatan persentase penyembuhan luka kelompok positif dan dosis uji dibandingkan kontrol negatif. Dosis 3 menunjukan efektivitas penyembuhan luka yang terbesar dengan persentase sebesar 1,93%. Dosis 3 SNEDDS menunjukkan aktivitas yang optimal dibandingkan dengan dosis yang lain dengan presentase 37,64%.