Abstract :
Bawang putih (Allium sativum L.) dan senyawa turunannya merupakan kandidat potensial untuk pengendalian kanker payudara, kemampuannya untuk mengurangi efek samping yang tidak diinginkan dari agen antikanker dan senyawa bawang putih juga dinilai memiliki efektifitas sebagai antikanker. dilakukan penelitian komputasi dengan metode molecular docking menggunakan PyRx, molecular dynamic Desmond sofware for academic, Drug Scan dengan Lipinski`s Rule of Five serta analisis toksisitas dengan website pKCSM terhadap turunan senyawa bawang putih. Hasil molecular docking ke-106 senyawa, ergosterol memliki energi bebas yang lebih rendah dari tamoxifen (1SQN = -10.00 kkal/mol dan 6PSJ = -10.42 kkal/mol) pada reseptor progesteron (1SQN) (-12.05 kkal/mol) dan estrogen (6PSJ) (-10.76 kkal/mol). Hasil simulasi molecular dynamic 100 nd menunjukkan bahwa senyawa Naringenin yang terikat pada reseptor progesteron (1SQN) dan Quercetin O-rhamnoside yang terikat pada reseptor estrogen (6PSJ) paling stabil. Berdasarkan hasil uji toksisitas, hanya senyawa ergosterol yang bersifat hepatotoksik dan hyperin yang bersifat toksik menurut parameter AMES.