Abstract :
Abstrak
Kulit buah rambutan sering kali menjadi limbah yang kurang dimanfaatkan, meskipun sebenarnya mengandung berbagai senyawa kimia yang bermanfaat. Salah satu kandungannya, antosianin, diketahui memiliki efek antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode pengujian aktivitas antioksidan, yaitu DPPH dan FRAP, pada ekstrak kulit buah rambutan. Metode penelitian mencakup pengujian parameter mutu, skrining fitokimia pada simplisia dan ekstraknya, uji kualitatif metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan, serta pengujian potensi antioksidan menggunakan metode DPPH dan FRAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah rambutan memiliki nilai IC50 sebesar 7,53 µg/mL dengan metode DPPH dan 7,02 µg/mL dengan metode FRAP. Meskipun nilai IC50 yang dihasilkan oleh kedua metode berbeda, keduanya menunjukkan bahwa potensi antioksidan dari ekstrak etanol kulit buah rambutan tergolong sangat kuat, dengan nilai IC50 di bawah 50 ppm.
?Kata kunci: Kulit buah rambutan, antioksidan, antosianin, DPPH, FRAP