Abstract :
Pendahuluan: Biji kopi robusta (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) memiliki kandungan
metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki fungsi Sebagai
antioksidan. Standarisasi Ekstrak bertujuan untuk menjaga konsistensi dan keseragaman efektivitas
obat herbal, menjaga keamanan dan stabilitas ekstrak atau bentuk sediaan dengan memperhatikan
keamanan konsumen. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil standardisasi ekstrak
biji kopi robusta dan mengetahui hasil evaluasi formula lip balm. Metode: Metode yang digunakan pada
penelitian ini yaitu eksperimental, dilakukan maserasi dengan menggunakan pelarut etil aseta, serta
formula sediaan lip balm dengan variasi pada gliserin. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa
ekstrak biji kopi robusta memiliki kadar sari larut air 24,50%, kadar sari larut etanol 18,49%, susut
pengeringan 1,035%, kadar air 4%, bobot jenis 0,8718g, kadar abu 1,155%, kadar abu tidak larut asam
0,1%, dan positif mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, polifenol, serta monoterpene/seskuiterpen. Lip
balm diformulasikan menjadi 2 formula, F1 gliserin 5% dan F2 gliserin 8%. Evaluasi sediaan lip balm
menunjukkan sediaan memiliki warna coklat muda, aroma kopi, bentuk semi padat, pH 5,71 (F1); 4,87
(F2), dan stabil sampai minggu ke-4 , tidak menimbulkan iritasi, dan F1 lebih disukai oleh responden.
Kesimpulan: Hasil standardisasi menunjukkan ekstrak telah memenuhi standar parameter mutu
ekstrak. Hasil evaluasi sediaan lip balm Pada konsentari gliserin yang berbeda F1 dan F2 sebelum
dan sesudah menunjukkan hasil yaitu memiliki perbedaan secara signifikan.