Abstract :
Melani Daeng Syayang1, Hendro Kasmanto1, Dina Ferdiani1
Program Studi Diploma Tiga Analis Kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Bakti Tunas Husada
Abstrak
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang menular karena disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium tuberkulosis. Pengobatan TB paru meliputi fase intensif 2 bulan dan fase
lanjutan 4 bulan. Obat Anti Tuberkulosis Terdiri dari Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid,
Etambutol, dan Steptomisin. Efek samping OAT seperti Isoniazid dan Pirazinamid dapat
mengganggu metabolisme B6 dan pembentukan Rifampisin dapat menyebabkan anemia
hemolitik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin
pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Manonjaya pada pengobatan intensif dan
lanjutan. Jenis Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif eksperimental pada 26
pasien tuberkulosis paru dalam pengobatan TB parun fase intensif dan lanjutan. Metode
pemeriksaan ini menggunakan metode Cyanmethemoglobin dengan alat Spektrofotometer
semi-automatis DIRUI DR-7000D. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
pengobatan TB paru fase intensif (15%) sebanyak 2 pasien mengalami kadar hemoglobin
yang rendah dan (85%) 11 pasien mendapati kadar hemoglobin normal. Dalam pengobatan
fase lanjutan, (38%) sebanyak 5 pasien mengalami kadar hemoglobin yang rendah dan
(62%) 8 pasien mendapati kadar hemoglobin normal.
Kata kunci : Hemoglobin, Mycrobacterium Tuberkulosis. Obat Anti Tuberkulosis
Abstract
Tuberculosis is a contagious infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium
tuberculosis. Pulmonary TB treatment includes an intensive phase of 2 months and a
continuation phase of 4 months. Anti-Tuberculosis Drugs Consist of Rifampicin, Isoniazid,
Pyrazinamide, Ethambutol, and Steptomycin. Side effects of OAT such as Isoniazid and
Pyrazinamide can interfere with B6 metabolism and the formation of Rifampicin can cause
hemolytic anemia. The aim of this study was to determine the description of hemoglobin
levels in pulmonary tuberculosis patients at the Manonjaya Community Health Center
during intensive and advanced treatment. This type of research used an experimental
descriptive analysis method on 26 pulmonary tuberculosis patients in the intensive and
advanced phase of pulmonary TB treatment. This examination method uses the
Cyanmethemoglobin method with a DIRUI DR-7000D semi- automatic spectrophotometer.
In the intensive phase of pulmonary TB treatment, (15%) 2 patients experienced low
hemoglobin levels and (85%) 11 patients had normal hemoglobin levels. In the advanced
phase of treatment, (38%) 5 patients experienced low hemoglobin levels and (62%) 8
patients had normal hemoglobin levels.
Key words: Hemoglobin, Mycobacterium Tuberculosis. Anti-Tuberculosis Drugs