DETAIL DOCUMENT
PENGARUH KOKRISTALISASI TERHADAP LAJU DISOLUSI GLIBENKLAMID DENGAN MENGGUNAKAN KOFORMER PIPERAZIN (Solvent Drop Grinding)
Total View This Week2
Institusion
UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA
Author
SETIAWAN, ASEP ANJAR
Subject
S1-Skripsi Farmasi 
Datestamp
2020-04-07 03:28:52 
Abstract :
Obat yang mempunyai kelarutan sukar dalam air seringkali menunjukkan ketersediaan hayati rendah dan kecepatan disolusi merupakan tahap penentu pada proses absorpsi. Modifikasi struktur internal kristal dapat dilakukan untuk meningkatkan kelarutan salah satunya dengan proses kokristalisasi. Glibenklamid adalah obat antidiabetes yang digunakan untuk mengontrol glikemia pada pasien yang menderita penyakit diabetes tipe 2 dan termasuk BCS tipe II (kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari glibenklamid dan kokristal glibenklamid dengan instrumen HSM, FTIR, DSC, dan PXRD serta mengetahui profil disolusi kokristal glibenklamid dengan koformer piperazin. Pembuatan Kokristal dilakukan dengan metode solvent drop grinding, pada perbandingan mol GBL dan PPZ 1:1, 1:2 dan 2:1. Hasil penelitian mengindikasikan terbentuknya kokristal pada perbandingan 1:1 dan 1:2 yang ditunjukan dengan hasil HSM mengalami perbedaan bentuk dengan glibenklamid murni, FTIR menghasilkan terjadinya pergeseran gugus N-H dan C=O, hasil DSC menunjukan penurunan titik leleh diantara GBL dan PPZ, serta hasil PXRD menghasilkan pola difraktigram yang berbeda. Data hasil uji kelarutan dan uji disolusi pada kokristal GBL-PPZ perbandingan 1:1 dan 1:2 menunjukan terjadinya peningkatan dari GBL yang tidak dibuat kokristal. Kata kunci : Kokristal, Glibenklamid, Piperazin, metode solvent drop grinding 
Institution Info

UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA