Institusion
Universitas Negeri Surabaya
Author
SINDI FITRIANINGSIH (STUDENT ID : 18040284104)
(LECTURER ID : 0004066508)
Subject
Ilmu Sosial dan Hukum
Datestamp
2022-12-23 14:49:35
Abstract :
Kajian tentang kondisi sosial politik di suatuwilayah selamaini terfokus kepada pergantian pemimpinnya saja. Data primer padamasa itu diambil dari arsip pemerintah sebagai buktinyata untuk peristiwa yang pernah dirasakan oleh kaum masyarakat tengah. Surabaya adalahibu Kota Karesidenan Surabaya di masa HindiaBelanda yang membawahi enam wilayah yaitu Gresik, Mojokerto,Lamongan, Jombang, dan Sidoarjo. Namun Kadipaten Surabaya kemudian terpecahmenjadi dua,pada tahun 1859 berdasarkan Staatsblad No.6 yang dikeluarkan pada 31 Januari 1859,hal tersebut mengakibatkan perubahan kondisi sosial danpolitik di Sidoarjo. Adapunbeberapa metode penelitian yang digunakan antara lain (i) Pemilihan topik, (ii) Pengumpulan sumber, (iii) Verifikasiatau kritik, (iv) Interpretasi atau penafsiran, dan (v) Historiografi yang bersumber pada Nieuw Soerabaia, OudSoerabaia, dan Jejak Sidoarjo dari Jenggala ke Suriname, disusunlah penelitian ini bermaksud mendapatkan datasejarah sejarah pemekaran wilayah Kadipaten Surabaya pada tahun 1859-1862 dankondisi sosial dan politik pada saat pemekaran kota tersebut. Pada penelitian ini kondisi pemekaran wilayah tersebut mengakibatkantimbul permasalahan baru seperti cultuurstelseldi Pabrik Gula Watoetoelis merupakan salah satu eksportirgulaprioritas atau utama pada masa pemerintahan HindiaBelanda, adanya penggolongan status sosial seperti pemilik lahan luas yangmenjadi seorang haji, pemberontakanantara petani dan pemerintah kolonial Belanda, serta Masjid Jami Al Abror yangmenjadi pusat perkembangan Islam di Sidoarjo.Kata Kunci: Sidoarjo, Sosial,Politik