Institusion
Universitas Negeri Surabaya
Author
MELISA MUTIARA LESTARI PULOO (STUDENT ID : 16070785022)
(LECTURER ID : 0015066704)
Subject
Pascasarjana
Datestamp
2022-12-23 14:38:13
Abstract :
Visualisasi adalahproses mental dalam membangun, menginterpretasi gambar atau objek danmengkomunikasikan ide yang ada dalam pikirannya. Visualisasi ini dideskripsikanbedasarkan empat aspek yaitu generation,inspection, transformation, dan use.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil visualisasi siswa SMPdalam menyelesaikan masalah geometri ditinjau dari perbedaan jenis kelamin.Penelitian ini dilaksanakan di SMP Labschool Unesa pada semester ganjil tahunajaran 2018/2019 bulan November. Padapenelitian ini terdapat dua jenis tes yaitu tes kemampuan matematika (TKM) dan masalah geometri (MG). TKM dan MGdivalidasi oleh satu dosen geometri Unesa, satu dosen geometri UNG serta gurumatematika SMP Labschool Unesa. Sebelum digunakan, MG diuji keterbacaannya olehdua siswa kelas IX yang bukan subjek penelitian. Setelah itu, sekelompok siswa yang terdiridari 24 siswa diberi TKM. TKM dinilai berdasarkan pedoman penskoran. Dari hasilTKM diperoleh 1 siswa laki-laki dan 1 siswaperempuan yang memiliki kemampuan matematika setara. Kedua siswa tersebut jugamemiliki kemampuan komunikasi yang baik berdasarkan informasi guru dan diamatisecara langsung oleh peneliti. Setelah itu, kedua siswa diberikan MGyang dilanjutkan wawancara sebanyak dua kali dengan jangka waktu enam hari. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pada aspek generationkhususnya membuat gambar dari permasalahan yang diberikan, siswa laki-lakimembuat gambar dengan melakukan pemrosesaninformasi dengan cara mencoba-coba dan mengikuti urutan kalimat padapermasalahan yang diberikan. Selanjutnya pada aspek generation khususnya mengenali objekvisual yang dibuat pada masalah nonkontekstual maupun kontekstual siswalaki-laki mengenali sebagian saja objek visual yang dibuat. Pada aspek inspection khususnya dalam menentukanaturan atau cara yang akan digunakan dalam menyelesaikan masalah, siswalaki-laki pada masalah nonkontekstual menentukan aturan atau rumus yang akandigunakan berdasarkan karakteristik gambar yang dibuatnya sedangkan padamasalah kontekstual siswa tidak menganalisisgambar dalam menentukan aturan dari gambar yang dibuatnya. Selanjutnya padaaspek inspection khususnya dalammemeriksa objek visual yang dibuatnya, siswa laki-laki pada masalahnonkontekstual mencermati keseluruhan bagian objek visual dengan memberikanidentitas pada gambar sedangkan pada masalah kontekstual hanya mencermatisebagian objek visual dengan memberi identitas pada gambar yang dicermati saja.Pada aspek transformation, khususnyadalam mengubah objek visual dari suatu bentuk ke bentuk terkait untukmemperoleh penyelesaian, siswa laki-laki pada masalah nonkontekstual mengubah gambar dengan menitikberatkanpada bagian tertentu dari gambar. Sedangkan pada masalah kontekstual siswamengubah gambar dengan tidak memperhatikan keterkaitan unsur dalampermasalahan. Selanjutnyapada aspek transformation khususnyamemberi nama pada objek visual yang dibuat, siswa laki-laki pada masalahnonkontekstual memberi nama objek visual berupa tambahan unsur-unsur padagambar secara detail sedangkan pada masalah kontekstual siswatidak maksimal dalam memberi nama berupa penambahan unsur-unsur padaobjek visual yang dibuat. Pada aspek use,siswa laki-laki menghubungkan gambar dengan hasil operasi pada masalahnonkontekstual dengan cara menunjukkan hasil luas yang dimaksud pada gambar.Sedangkan pada masalah kontekstual siswa laki-laki belum dapat menghubungkanhasil operasi dengan gambar dengan tepat karena menunjukkan dan mengarsirgambar yang tidak tepat sebagai luas yang dimaksud. Siswaperempuan pada aspek generationkhususnya membuat gambar dari permasalahan yang diberikan, pada masalahnonkontekstual siswa perempuan membuat gambar berdasarkanurutan kalimat dari permasalahan sehingga dapat menghasilkan dua gambar sedangkanpada masalah kontekstual membuat gambarsesuai maksud permasalahan dengan mengikuti urutan kalimat dari permasalahan. Padaaspek generation khususnya mengenalisifat-sifat dari objek visual yang dibuat dalam masalah non kontekstual maupunkontekstual siswa perempuan mengenali objekvisual yang dibuat. Pada aspek inspectionkhususnya dalam menentukan aturan atau rumus yang akan digunakan dalammenyelesaikan masalah, pada masalah nonkontekstual maupun kontekstual siswaperempuan dapat menentukan aturan ataurumus yang akan digunakannya berdasarkan gambar yang dibuatnya. Selanjutnyapada aspek inspection khususnya dalammemeriksa objek visual yang dibuat pada masalah nonkontekstual dan kontekstualyaitu siswa perempuan mencermati keseluruhan bagian dari objek visual yangdibuat secara detail. Pada aspek transformationkhususnya dalam mengubah objek visual dari suatu bentuk ke bentuk terkait,siswa perempuan pada masalah nonkontekstual mengubahgambar dengan memperhatikan cara pembentukannya yang menitikberatkan padabeberapa bagian gambar. Sedangkan pada masalah kontekstualmengubah gambar dengan memperhatikan pembentukan yang menggunakan danmengaitkan unsur-unsur pada gambar. Selanjutnya pada aspek transformation kh