DETAIL DOCUMENT
Manajemen Pembelajaran Program TPHP ( Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian ) Di SMKN 5 Bojonegoro
Total View This Week0
Institusion
Universitas Negeri Surabaya
Author
Farid setyawan (STUDENT ID : 14010714083)
(LECTURER ID : 0009048801)
Subject
Ilmu Pendidikan 
Datestamp
2022-12-23 14:43:18 
Abstract :
ABSTRAKMANAJEMEN PEMBELAJARAN PROGRAM TPHP (TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERANIAN) DI SMK N 5 BOJONEGORONama : Farid SetyawanNIM : 14010714083Jurusan : Manajemen PendidikanFakultas : Fakultas Ilmu PendidikanNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : M.Syahidul Haq, M.PdPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran program TPHP (teknologi pengolahan hasil pertanian) di SMKN 5 Bojonegoro. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui factor pendukung dan factor penghambat pembelajaran TPHP (teknologi pengolahan hasil pertanian). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data di analisis dengan menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan kredibiltas, tranferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas.Hasil dari penelitian inin yaitu : (1) Faktor pendukung manajemen pembelajaran TPHP (teknologi pengolahan hasil pertanian) di SMKN 5 Bojonegoro adalah adanya kerja sama dengan pihak luar, seperti: Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Universitas Brawijaya Malang, PT. Satelit Sriti Pasuruan, PT. TMS-Suntory Garuda Sidoarjo, PT. Bahana Multi Teknik (PT. BMT) Bojonegoro, PT. Duta Surya Mulia (PT. DSM) Bojonegoro, dan Tamosa Group Bojonegoro. Sedangkan faktor internal pendukung yaitu guru cukup kompeten dalam bidangnya, dan Lahan yang tersedia dalam praktikum tersedia cukup luas.(2) Faktor penghambat manajemen pembelajaran TPHP (tekonologi pengolahan hasil pertanian) di SMKN 5 Bojonegoro adalah kurangnya waktu praktikum karena keterbatasannya waktu yang di tentukan karena jam pembelajaran teori 6 jam itu membuat siswa menjadi bosan dan ramai sendiri, kemudian keterbatasannya fasilitas praktikum yang masih kurang untuk siswa terkadang siswa membawa alat sendiri dari rumah untuk praktikum.Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran , pengolahan pertanian 

Institution Info

Universitas Negeri Surabaya