DETAIL DOCUMENT
HABITUS KEPATUHAN LARANGAN PERNIKAHAN JILU (SIJI TELU)PADA MASYARAKAT NGANJUK
Total View This Week0
Institusion
Universitas Negeri Surabaya
Author
AMELIA IRSYADNDI (STUDENT ID : 17040564066)
(LECTURER ID : 0001057205)
Subject
Ilmu Sosial dan Hukum 
Datestamp
2022-12-23 14:47:10 
Abstract :
Pernikahan Jilu adalah sebuah pernikahan yang melibatkan anak pertama (siji)dengan anak ketiga (ketelu) yang diyakini apabila terjadi pasangan tersebut akanmenjalani kehidupan keras karena menghadapi musibah dan masalah yang silih berganti.Penelitian kali ini dilakukan berdasarkan mitos yang ada di Kabupaten Nganjuk tentangadanya larangan pernikahan Jilu. Masyarakat Nganjuk yang masih kental akan budayaJawa membuat larangan pernikahan Jilu ini diyakini hingga saat ini meskipun sudahmasuk era modern. Kuatnya keyakinan tentang larangan Jilu, membuat pandanganmasyarakat melihat pasangan Jilu seolah memberikan justifikasi tentang dampak yangakan terjadi pada pasangan tersebut. Penelitian ini membahas tentang habitus kepatuhanlarangan pernikahan Jilu pada masyarakat Nganjuk. penelitian ini menggunakan metodepenelitian kualitatif dengan analisis teori Habitus dari Pierre Bourdieu. Fokus penelitianini adalah melihat pasangan Jilu dalam mendapatkan status sosialnya meskipun dianggaptidak patuh oleh para agen dominasi. Data yang diperoleh dilakukan dengan caraobservasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasanganJilu tetap memiliki batas garis dalam ruang sosial (field) untuk memperoleh status sosialyang tinggi pasangan Jilu harus memiliki modal yang cukup untuk bersaing di ranahtersebut. 

Institution Info

Universitas Negeri Surabaya