DETAIL DOCUMENT
Perkembangan Pendidikan Kolonial di Gemeente Probolinggo 1918-1942
Total View This Week0
Institusion
Universitas Negeri Surabaya
Author
TIYO EKA MAYSHURAH (STUDENT ID : 16040284071)
(LECTURER ID : 0015026803)
Subject
Ilmu Sosial dan Hukum 
Datestamp
2022-12-23 14:48:08 
Abstract :
Pendidikan danmasyarakat, keduanya saling berkaitan satu sama lain, dan dengan berkembangnyapendidikan dapat mempengaruhi dinamisme kehidupan masyarakat. Gemeente Probolinggo ikut serta dalampenerapan Politik Etis serta mendirikan sekolah-sekolah tingkat dasar danlanjut, bergaya barat yang disebut sebagai pendidikan kolonial guna mencapaitujuan yang diinginkan Pemerintahan Hindia-Belanda untuk mendapatkan tenagakerja terdidik dengan harga yang murah. Di balik semua tujuan yang diharapkanpemerintahan Hindia-Belanda, dalam kondisi empirisnya, tujuan tersebutmemunculkan substansi lain dalam masyarakat GemeenteProbolinggo yaitu pendidikan menciptakan adanya mobilitas sosial masyarakat Gemeente Probolinggo. Dalam penelitianini akan membahasmengenai rumusanmasalah yang menjadi dasar penelitian ini adalah bagaimana perkembangan danpeta pendidikan kolonial yang ada di Gemeente Probolinggo periode tahun1918-1942, dan keterkaitan mengenai pengadaan pendidikan kolonial olehpemerintahan Hindia-Belanda terhadap mobilitas sosial masyarakat di Gemeente Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian iniialah metode penelitian sejarah dengan empat tahapannya, yakni heuristik dimana peneliti mengumpulkan sumber yang didapatkan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip DaerahJawa Timur, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Probolinggo, PerpustakaanUniversitas Negeri Surabaya, danlain-lain. Tahapan yang kedua yaitukritik sumber dengan melakukan uji dan verifikasi sumber-sumber yang telah didapatkan. Tahap ketiga ialah interpretasi, menafsirkan data yangtelah diperoleh dan diverifikasi. Tahap terakhir adalah historiografi, yaitupenulisan hasil dari penelitiansejarah yang dilakukansecara kronologisdan analitis.Hasilpenelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa perkembangan pendidikan di Gemeente Probolinggo mengalamipeningkatan berdasarkan statistik jumlah peserta didik di fasilitas-fasilitaspendidikan kolonial yang disediakan yakni terhitung mengalami peningkatanhingga mencapai 16% atau sekitar 18.335 peserta didik di seluruh sekolahtingkat dasar baik pribumi maupun barat di tahun 1932 dibandingkan denganpopulasi peserta didik di tahun 1930 dengan jumlah 13.864 peserta didik, dan dengan peningkatan tersebut makaterdapat kemungkinan bahwa di GemeenteProbolinggo mengalami mobilitas sosial melalui media berupa pendidikan.Mobilitas sosial masyarakat secara vertikal kategori mobilitas sosial sponsor(teori Turner) yang mana sebutan priyayi atau bangsawan tidak hanya didapatkanberdasarkan garis keturunannya saja melainkan berubah berdasarkan pada lulusanpendidikan seseorang serta pekerjaan atau jabatan yang dimilikinya.Perkembangan pendidikan ini dimanfaatkan masyarakat pribumi yang stratasosialnya menengah ke bawah untuk dapat menempuh pendidikan, menjadi lulusanterdidik, kemudian dapat menjabat di lingkungan pemerintah Hindia-Belanda ataubekerja dan menjabat di perusahaan-perusahaan swasta. Dengan begitu, pengadaanpendidikan kolonial telah melahirkan golongan masyarakat baru di Gemeente Probolinggo yang disebut denganpriyayi baru. Kata Kunci: Pendidikan Kolonial, Gemeente Probolinggo, Mobilitas Sosial. 

Institution Info

Universitas Negeri Surabaya