Abstract :
CITRA WANITA MANDIRI DALAM NOVEL KENDHAGA BENTHET KARYA TULUSSETIYADI(KAJIAN FEMINISME)Seiring denganperkembangan zaman yang semakin modern banyak ditemukan wanita yang mempunyaipengaruh besar terhadap perkembangan zaman itu sendiri. Hal tersebut bisa dilihatdari wanita yang mempunyai pekerjaan dan terbukti cakap dalam bidang yang digeluti.Wanita memiliki kedudukan yang sama dengan pria sehingga mampu mencukupikebutuhannya sendiri tanpa bergantung dengan orang lain. Selain itu wanitaberhak menentukan apa yang baik untuk kehidupannya tanpa adanya unsur paksaandari orang lain. Wanita yang seperti itu adalah wanita mandiri. Topik mengenaiwanita mandiri menjadi hal yang menarik sampai mempengaruhi perkembangan karyasastra. Salah satu karya sastra yang menggambarkan sosok wanita mandiri yaitunovel yang berjudul Kendhaga Benthetkarya Tulus Setiyadi. Berdasarkan penjelasan tersebutpenelitian ini mempunyai tiga rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana citra wanitamandiri dalam hal pekerjaan, (2) Bagaimana citra wanita mandiri dalam hal pernikahan,dan (3) Bagaimana citra wanita mandiri dalam hal keluarga. Tiap-tiap pointersebut akan dibagi lagi menurut wujud, motif, halangan, dan penyelesaianmasalah yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan citra wanitamandiri dalam hal pekerjaan, pernikahan, dan keluarga dilihat dari wujud, motif,halangan, dan penyelesaian masalah yang dihadapi dalam novel Kendhaga Benthet. Novel Kendhaga Benthet iniakan dikupas menggunakan kajian feminisme. Penelitian ini tergolong jenis penelitiandeskriptif kulaitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata dankalimat di dalam novel Kendhaga Benthetkarya Tulus Setiyadi. Data yang sudah terkumpul lewat teknik baca, catat, danpengelompokan diolah menggunakan metode deskriptif analitis dengan caramemaparkan data lalu dianalisis menggunakan kajian feminisme. Hasil penelitian inimenunjukkan citra wanita mandiri dilihat dari tiga aspek, yaitu (1) Dalam halpekerjaan ditandai dari tokoh utama wanita yang mempunyai pekerjaa sendirisebagai jurnalis, (2) Dalam hal pernikahan bisa dilihat dari pernikahannya atasdasar cinta bukan perjodohan, dan (3) Dalam hal keluarga terbukti dari tercapainyamemakmurkan kehidupan orang tuanya karena tokoh wanita merupakan anak tunggalyang menjadi satu-satunya harapan orang tua. Katakunci: citrawanita, mandiri, feminisme