Abstract :
Lesbian menjadi fenomenamenarik untuk dipelajari. Lesbian mengalami kondisi dimana ruang gerak merekaterbatas. Krisis ruang publik dan pengakuan identitas, menjadikan media sosialonline sebagai solusi pembangunan identitas. Aplikasi HER menjadi wadah bagilesbian mengekpesikan diri. Lesbian bisa dengan mudah berkenalan, bertukarpendapat, menjalin hubungan bahkan menikah. Berbicara tentang hubungan asmara, pastibermuara pada hubungan seks. Wacana-wacana yang dibangun dalam aplikasi HER mengarahpada kuasa akan identitas seksual lesbian. Strategi wacana membangunrelasi-relasi seks para lesbian, kemudian membentuk dominasi yang berubahmenjadi seksualitas. Penelitian ini mendalami bagaimana penyebaran diskursusseksualitas dalam aplikasi HER. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiwacana seksualitas bisa dipraktekkan dan menjadi pengetahuan bagi lesbian.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis Arkeologi danGenealogi Michel Foucault. Arkeologi digunakan dengan sistem kerja menggalisejarah, asal-usul pemikiran atau pengetahuan sebelumnya. Kemudian Genealogimenggali kedalam episteme, berusahameletakkan titik kebenaran pada setiap epistemedisetiap waktu. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi lesbian dalam aplikasiHER sebagai modal lesbian menjalin hubungan serius. Lesbian bisa berkenalan,menjalin hubungan dan menikah. Wacana seks menjadi hal yang lumrah, semakinmeluas menjadi sebuah kuasa, yang disebut seksualitas. Pembangunan wacanaseksualitas dalam aplikasi HER sebenarnya bertujuan untuk membangun identitaslesbian. Identitas lesbian bermanfaat agar lesbian bisa diterima ditengahmasyarakat normal. KataKunci: Lesbian, Diskursus,Seksualitas, Aplikasi HER