Abstract :
Pembelajaran berbasis daring merupakan pembelajaran yang harusdilakukan pada masa pandemi covid19 ini agar tidak terjadi interaksi fisik padasaat pembelajaran berlangsung. Semua sector pendidikan wajib menggunakan metodepembelajaran daring ini tanpa terkecuali pembelajaran pada jurusan teknikinformatika, Universitas Negeri Surabaya. Dengan adanya pembelajaran daring,semua materi yang diajarkan akan disampaikan secara online dengan beberapamedia atau LMS seperti Google Classroom, Virtual Learning UNESA, danlainnya.Dengan adanya perubahan pembelajaran dari pembelajaran luring menjadidaring menyebabkan munculnya pertanyaan seberapa efektifnya pembelajaran daringtersebut dan seberapa besar tingkat penerimaan mahasiswa terhadap pembelajarandaring. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat penerimaan mahasiswateknik informatika, Universitas Negeri Surabaya terhadap pembelajarandaring.Penelitian ini memperoleh 108 responden dari 4 prodi di teknikinformatika yang dibagi ke-2 kelompok yakni pengguna LMS Google Classroom danLMS ViLearn UNESA Dengan menggunakan angket yang berisi 4 variabel yang mengacupada teori Technology Acceptance Model dengan 17 pertanyaan menggunakan skalalikert.Metode yang digunakan yakni regresi linier berganda dan statistikdeskriptif untuk mengukur seberapa besar pengaruh variable yakni Self Efficacy,Perceiving Usefulness, dan Perceiving ease of use terhadap variable Behavior Intentionto Use. Ketiga Variabel tersebut berpengaruh sebesar 36.3% terhadap variabelBehavior Intention to Use pada penggunaanLMS Google Classroom, dan 63.4% pada penggunaan LMS ViLearn UNESA. LMS GoogleClassroom pun menjadi LMS yang lebih disukai berdasarkan variabel BehaviorIntention to Use dengan nilai statistik deskriptif sebesar 3.2177 dibandingdengan ViLearn yang memiliki nilai 2.0217.KataKunci: Technlogy Acceptance Model , Google Classroom,ViLearn Unesa, pembelajaran daring