Institusion
Universitas Negeri Surabaya
Author
Resty Anggraini Retno Susanty (STUDENT ID : 13020104033)
(LECTURER ID : 0029037902)
Subject
Bahasa dan Seni
Datestamp
2022-12-23 14:39:12
Abstract :
Gyaru merupakan subkultur anak muda Jepang yangmemiliki tren fashion yang unik. Bukan hanya pada fashionnya saja ternyatabahasa yang mereka gunakan juga memiliki keunikan. Bahasa yang digunakan padagolongan mereka disebut juga dengan gyaru-go. Gyaru-go seringberkembang tiap tahunnya, karenanya penelitian ini dibuat untuk mengetahuijenis pembentukan gyaru-go pada tahun 2017. Adapun shjoshi yangdigunakan oleh gyaru diketahui mengalami penyimpangan. Sehinggapenelitian ini dibuat untuk mengetahui bentuk penyimpangan penggunaan shjoshiyang digunakan oleh gyaru.TeoriYonekawa mengenai jenis pembentukan wakamono kotoba digunakan untukmembahas masalah pertama yakni jenis pembentukan gyaru-go. Sedangkan teoriChino digunakan untuk membahas masalah kedua mengenai shjoshi. Penelitian ini berupa penelitian kualitatifdeskriptif. Sumber data merupakan cuitan twitterdari tiga anggota Black Diamond. Penelitian ini menggunakan teknikanalasis Miles dan Humberman.Hasilpenelitian didapatkan bahwa dalam cuitan akun twitter anggota komunitas gyarupada tahun 2017 ditemukan sebelas jenis pembentukandiantaranya yakni: 1) Shakuy; 2) Shryaku; 3) Iikae; 4) Kashiramoji;5) Goroawase; 6) Konk; 7) Meishi no Hasei; 8) Keiyshi/keiydshino hasei; dan 9) Oto no tenka, serta dua sisanya merupakan jenispembentukan baru gyaru-go, diantaranya: 10) Kogo; 11) Futatsuij no gokesei de awaseru hh. Pada penyimpangan penggunaan shjoshioleh gyaru ditemukan dua bentuk penyimpangan yakni penggunaan shjoshiyang mengalami perubahan bentuk (katachi wo kaeru shjoshi wo mochiiru)dan penggunaan shjoshi laki-laki (dansei-go no shjoshi wo mochiiru).Kata Kunci: Variasi bahasa,Bahasa gyaru, Pembentukan kata, Shjoshi