DETAIL DOCUMENT
INOVASI SISTEM ANTRIAN ELEKTRONIK (SAE) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SIDOARJO
Total View This Week0
Institusion
Universitas Negeri Surabaya
Author
Indah Setiyani (STUDENT ID : 16040263014)
(LECTURER ID : 0016068702)
Subject
Ilmu Sosial dan Hukum 
Datestamp
2022-12-23 14:41:40 
Abstract :
ABSTRAK INOVASISITEM ANTRIAN ELEKTRONIK (SAE) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPILKABUPATEN SIDOARJO Nama :Indah SetiyaniNIM :16040263014Programstudi : D3 AdministrasiNegaraJurusan : AdmisitrasiPublikFakultas : Ilmu Sosial danHukumNamaLembaga : UniversitasNegeri SurabayaDosenPembimbing : Gading Gamaputra,S.AP., M.PA. Inovasi di sektor publik adalah salah satujalan untuk mengatasi kemacetan dan kebuntuan organisasi di sektor publik.Dispendukcapil Kabupaten Sidoarjo yang merupakan organisasi pemerintahanmenunjukkan keseriusannya dalam memenuhi hak serta kebutuhan masyarakatSidoarjo dengan mebuat inovasi yang bernama Sistem Antrian Elektronik (SAE).Inovasi SAE dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam layanan antrian yang bisadiakses melalui smartphone maupunkomputer dengan sistem website.Jenis penelitian yang digunakan adalahpenelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatatif. Lokasi penelitian beradadi Kantor Dispendukcapil Kabupaten Sidoarjo. Teknik pengumpulan data terdiridari observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukandengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwainovasi Sistem Antrian Elektronik (SAE) yang dimiliki oleh DispendukcapilKabupaten Sidoarjo sudah mulai berjalan dengan baik meskipun dalampelaksanaannya terdapat kendala-kendala, namun sudah diberikan solusi yangsesuai. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil Analisis yang menggunakan faktorkeberhasilan inovasi menurut Cook, Matthews dan Irwin (dalam Grisna dan Wawan, 2013:309) antara lain, faktor Leadership (Kepemimpinan) yang dipegangoleh Sekretaris Dispendukcapil Kabupaten Sidoarjo telah berusaha menunjukkanperan, tanggung jawab, komitmen dengan baik serta sudah berusaha menyelesaikanmasalah yang terjadi pada inovasi. Faktor Management/Organization(Manajemen/Organisasi) terkait strartegi kebijakan yaitu berupa sosialisasimelalui media sosial yang dimiliki Dispendukcapil seperti facebook dan instagram, namunmasih belum menjangkau masyarakat Kabupaten Sidoarjo seutuhnya sehingga masihdikatakan belum berhasil, adapun stretegi lain adalah bekerjasama dengankonsultan yaitu CV Hendra Global sebagai pembuat hingga pembackup segalatrouble yang terjadi pada Sistem Antrian Elektronik (SAE). Faktor Risk Management (Manajemen Resiko)menunjukkan bahwa masih terdapat kendala dan masalah yang yaitu mudahnya sistem diterobos oleh calodalam mendapatkan nomor antrian sebelum H-1, resiko yang kedua yaitu troublesistem ataupun rusaknya mesin eKiosk untukmencetak nomor antrian, yang ketiga yaitu pelaksana teknis yang kurangkompeten, hal ini dikarenakan belum adanya pelatihan yang dilakukanDispendukcapil terkait pengoperasian sistem SAE. Human Capital (Kemampuan Sumber Daya Manusia) menunjukkan bahwapada proses perealisasian Sistem Antrian Elektronik (SAE), pihak Dispendukcapilmenggandeng CV Hendra Global untuk membuat serta membackup setiap masalah yangada dikarenakan Dispendukcapil belum memiliki pegawai yang berkompeten dalambidang tersebut. Faktor Technology (Teknologi)menunujukkan bahwa perangkat teknologi yang digunakan berupa website untuk memudahkan masyarakatdalam mendapatkan nomor antrian secara online.Saran dari hasil penelitian ini adalahpertama pemimpin Dispendukcapil untuk memberikan tanggung jawab pada pegawaiyang sesuai kompeten dalam menjalankan sistem SAE. Kedua Dispendukcapildiharapkan melakukan sosialisasi dengan sistem jemput bola agar dapat menariklebih banyak lagi masyarakat Sidoarjo untuk mengetahui inovasi SAE. KetigaDispendukcapil perlu memberikan sanksi tegas kepada pegawai yang terbuktimelakukan kecurangan dengan memberikan akses kepada calo untuk mendapatkannomor antrian sebelum H-1. Keempat Dispendukcapil perlu memberikan pelatihankepada setiap pelaksana teknis atau lapangan tentang pengoperasian SistemAntrian Elektronik (SAE). Kelima Dispendukcapil perlu menbingkatkan pengamananpada teknologi Sistem Antrian Elektronik (SAE) dengan cara harus ada hak akseskhusus pegawai, agar tidak semua pegawai bisa masuk ke sitem SAE. Kata Kunci: Nomor Antrian,Inovasi, Sistem Antrian Elektronik (SAE) 

Institution Info

Universitas Negeri Surabaya