Abstract :
Dewasa ini praktik-praktik ketidakadilan masih saja terjadi termasuk ketidakadilan terhadap gender. Praktik ketidakadilan tersebut tidak hanya terjadi pada sosial dan budaya saja, sadar ataupun tidak, agama-agama juga ikut berkontribusi di dalamnya secara khusus kekristenan. Kritik kaum feminis terhadap tradisi, kitab suci, doktrin-doktrin dan teologi (barat) yang diwariskan dalam membahasakan tentang Allah, dipenuhi dengan bias patriarki dan androsentrisme yang kemudian mendukung dalam mensubordinasi kaum perempuan. Karena itu dalamskripsi ini kemudian mengkaji tentang Allah transenden gender sebagai upaya melawan ketidakadilan berdasarkan gender. Penulis menggunakan pendekatan konstruksi gender dari perspektif Teologi feminis, dimana teolog feminis mengakui bahwa misteri Allah aslinya bukan laki-laki juga bukan perempuan tetapi transenden keduanya. Dengan mamaknai Allah yang transenden gender kita dapat mereduksi atau mengurangi konsep pemahaman yang berbasis gender yang seringkali jatuh kepada praktik ketidakadilan gender. Kata Kunci : Allah, gender, ketidakadilan, feminitas Allah dan maskulinitas Allah